Mogu Mogu Japan tidak lahir dari ruang rapat. Ia lahir dari perjalanan nyata seorang yang pernah merasakan sendiri sulitnya hidup jauh dari rumah โ dan memutuskan untuk membuatnya lebih mudah bagi yang lain.
Andriyanto pertama kali datang ke Jepang pada 2012 sebagai ๆ่ฝๅฎ็ฟ็ โ pemagang teknis, satu dari banyak anak muda Indonesia yang datang untuk belajar, bekerja, dan membangun masa depan.
Tiga tahun di Jepang membentuk disiplin dan cara pandangnya. Dari pengalaman itu pula ia memahami sesuatu yang kelak menjadi inti bisnisnya: betapa berartinya akses pada makanan yang familiar bagi mereka yang hidup jauh dari rumah.
Sepulang ke Indonesia, ia membimbing calon pemagang sebelum mereka berangkat ke Jepang. Ia lalu kembali untuk menempuh kuliah, dan setelahnya mendampingi langsung para pemagang Indonesia di lapangan. Pengalaman dari dua sisi inilah โ sebagai pemagang, lalu sebagai pendamping โ yang akhirnya melahirkan Mogu Mogu Japan.
Setiap tahap membentuk pemahaman yang akhirnya menjadi Mogu Mogu Japan.
Datang ke Jepang sebagai ๆ่ฝๅฎ็ฟ็ (pemagang teknis). Tiga tahun belajar, bekerja, dan memahami arti jauh dari rumah.
Kembali ke Indonesia dan membimbing calon pemagang di pusat pelatihan โ menyiapkan mereka sebelum berangkat ke Jepang.
ๅๅๅฝ้ๅคงๅญฆ โ Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Manajemen & Sosiologi. Lulus Maret 2021.
Bekerja di ๅๅ็ตๅ (kumiai), mendampingi langsung para pemagang Indonesia โ menyaksikan kesulitan mereka dari dekat.
Mengubah misi menjadi perusahaan resmi โ sebuah komitmen jangka panjang untuk komunitas.
Toko fisik pertama di Takahashi, Okayama โ tempat komunitas menemukan kembali rasa kampung halaman.
Platform online yang membawa produk halal & rasa nusantara ke seluruh Jepang.
Menjadi brand makanan online terbesar di Jepang โ lalu melangkah ke panggung internasional.
Dua sisi dari pengalaman yang sama mengarah ke satu kesimpulan: komunitas kita butuh ini.
Sebagai pemagang, Andriyanto pernah merasakan sendiri sulitnya menemukan makanan halal dan rasa yang familiar di Jepang. Bertahun-tahun kemudian, sebagai pendamping di kumiai, ia menyaksikan ratusan anak muda mengalami hal yang persis sama.
Bagi mereka yang bekerja dan tinggal jauh dari rumah, makanan bukan sekadar kebutuhan โ ia adalah penghubung dengan identitas, keluarga, dan rasa aman. Mogu Mogu Japan dibangun untuk memastikan tidak ada lagi yang harus kehilangan itu.

Empat hal yang menjadi dasar setiap keputusan kami.
Halal bukan label pemasaran โ ini kepercayaan yang kami jaga dengan sungguh-sungguh untuk komunitas Muslim.
Produk asli dan terkurasi langsung dari sumbernya. Rasa yang benar, bukan sekadar tersedia.
Dibangun dari komunitas, untuk komunitas. Kami melayani orang, bukan sekadar transaksi.
Kami memperlakukan setiap pelanggan seperti keluarga โ dalam bahasa dan cara yang membuat mereka nyaman.
Hari ini kami melayani komunitas Indonesia, Muslim, dan warga asing di Jepang. Esok, kami ingin menjadi brand makanan internasional online terbesar di Jepang โ dan dari sana, membawa rasa autentik melintasi dunia.
Jadi Bagian dari Cerita โ